Yang dimaksud dengan administrasi dalam sebuah sistem operasi
adalah diantaranya:
- Manajemen File dan Direktori
- Manajemen user
- Konfigurasi File sistem dan Partisi Hardisk
- Konfigurasi Periferal (Printer, Mouse, CDROM, dll)
- Konfigurasi sistem Linux (network, start-up, profile, dll)
- Konfigurasi Server (mail, web, ftp server, dll)
- Instalasi dan konfigurasi aplikasi tambahan
- Perawatan dan Pemantauan Sistem dari resiko keamanan.
Dalam bab ini anda hanya akan mempelajari hal-hal dasar dari
administrasi sistem Linux, yaitu manajemen user, file dan direktori serta
konfigurasi sistem. Hal-hal lainnya akan dipelajari secara mendetail
pada bab-bab yang akan datang.
Yang dapat melakukan administrasi hanyalah orang yang memiliki login
sebagai administrator. Seorang administrator mempunyai hak yang
tidak terbatas untuk mengendalikan sebuah mesin Linux. Dengan login
administrator, anda dapat melakukan apa saja, termasuk menjalankan
perintah-perintah yang dapat merusak sistem! Dengan demikian
seorang administrator haruslah betul-betul paham tentang apa yang
sedang dilakukannya ketika bekerja dengan login administrator.
Selain itu, karena sifat ke-tidak terbatasannya, login administrator tidak
boleh jatuh ke sembarang orang. Masalah potensi kerusakan dan
resiko masalah keamanan disebabkan oleh penggunaan login
administrator akan dijelaskan lebih rinci pada bab terakhir.
KONSEP USER
Dengan demikian Hanya orang yang memiliki username dan password
yang sah yang bisa disebut user. Pada bahasan selanjutnya, yang
dimaksud user adalah seseorang yang memiliki login dan password.
Berdasarkan hak-hak yang dimilikinya, user dalam linux dibagi atas dua
kategori: Materi 7 : Administrasi Dasar Linux 4 - 2
- user biasa atau regular user
- user root atau administrator.
Seorang user biasa hanya memiliki hak-hak penuh terhadap home
direktori dan file-file miliknya sendiri. Seorang user biasa tidak memiliki
hak penuh terhadap file dan direktori milik user lain, dan hanya boleh
menjalankan perintah-perintah tertentu.
User root adalah user istimewa, yaitu administrator yang memiliki hak
tidak terbatas. Root bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan
oleh user biasa, seperti: mematikan sistem, menambah user,
menghapus user, mengubah konfigurasi sistem dan lain-lain. Disebut
dengan user root karena secara default, user ini bernama “root”. User
dengan nama selain root bisa saja menjadi administrator jika user-id
(atau UID) diset sama dengan nol.
UID adalah ID atau nomor identitas dari seorang user. UID bersifat
unik, artinya tidak boleh ada dua user atau lebih yang memiliki UID
sama. Jika terdapat dua user yang memiliki UID yang sama, maka
kedua user ini akan memiliki hak-hak yang identik (satu sama lain
saling memiliki hak penuh terhadap file-file milik yang lain).
Selain UID dikenal juga GID atau Group ID. Setiap user akan
dikelompokkan berdasarkan group-group tertentu. User-user anggota
grup yang sama akan memiliki GID yang sama.
Berdasarkan tujuan pembuatannya, user dapat di bagi berdasarkan dua
kategori yaitu:
- real user
- unreal user
Real user adalah user yang sengaja dibuat oleh administrator agar
seseorang bisa login dengan username tersebut.
Sementara unreal user adalah user-user yang dibuat karena
dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi tertentu. User unreal juga adalah user-
user “built-in” yang sudah dibuatkan oleh Linux saat instalasi seperti
user: games, operator, mail, lpr, nobody, dll.
Perbedaan antara user real dan unreal:
- real user memiliki home direktori, user unreal tidak punya.
- real user punya password, user unreal tidak punya (walau tidak punya password, tetap tidak bisa login tanpa password)
- real user biasanya memiliki UID diatas 500, unreal user memiliki UID dibawah 500.
Sebagai pengecualian, user root adalah termasuk user unreal, tapi
punya password dan punya home direktori.
Informasi semua user disimpan didalam sebuah file bernama
/etc/passwd. Masing-masing user diwakili oleh sebuah baris, dan
setiap baris terdiri atas 7 kolom yang dipisahkan oleh karakter “:”
Dibawah ini adalah contoh beberapa baris dari sebuah file /etc/passwd:
root:x:0:0:root:/root:/bin/bashTujuh kolom tersebut masing-masing memiliki arti sebagai berik
bin:x:1:1:bin:/bin:/sbin/nologin
daemon:x:2:2:daemon:/sbin:/sbin/nologin
lp:x:4:7:lp:/var/spool/lpd:/sbin/nologin
postgres:x:26:26:PostgreSQL
Server:/var/lib/pgsql:/bin/bash
apache:x:48:48:Apache:/var/www:/bin/false
squid:x:23:23::/var/spool/squid:/dev/null
ech:x:500:500:ech:/home/ech:/bin/bash
Kolom 1: username
Kolom 2: password yang di-shadow
Kolom 3: UID atau User ID
Kolom 4: GID atau Group ID
Kolom 5: Keterangan tentang user tersebut
Kolom 6: Lokasi Home direktori
Kolom 7: Shell default user
0 comments:
Post a Comment