WELCOME TO WAJO HACKER

GNU/LINUX - PROGRAMMING - HACKING - CRACKING - DESIGN

Latest Post

Showing posts with label LINUX. Show all posts
Showing posts with label LINUX. Show all posts

Tutorial cara menginstal LINUX BACKTRACK 5

Written By Rivaldy on Tuesday, 19 February 2013 | 23:50



Tutorial cara menginstal Linux Backtrack 5 http://www.backtrack-linux.org/
Ada 3 bagian  penting pada Instalasi. Requirement(kebutuhan), Partition (mempartisi hardisk), dan Setup. Saya menyarankan Anda untuk mulai dari depan -requirement jika Anda baru pertama kali menginstal Linux
Backtrack
Requirement
Kebutuhan Instalasi Backtrack

Hardware Standart (Jalan di mode teks maupun grafik)
Processor = Sekelas Pentium 3
Memory = 128 MByte
Hardisk = 10 GByte>

Hardware Optimal
Processor = Sekelas Pentium 4 atau yang lebih tinggi
Memory = 256 MByte atau lebih
Hardisk = 20 GByte atay lebih
Cara instal menggunakan USB Live

Metode untuk mendapatkan instalasi yang langsung ke drive USB

Tancapkan USB Drive Anda (Minimum USB Drive kapasitas 2 GB)
Format drive USB ke FAT32
Download Unetbootin dari http://unetbootin.sourceforge.net/
Mulai Unetbootin dan pilih diskimage (menggunakan backtrack final ISO)
Pilih drive USB dan klik "OK" untuk membuat drive bootable USB BackTrack
Masuk ke menu BackTrack dengan username dan password default root / Toor


Cara instal menggunakan CD Installer

Boot Komputer

Pastikan urutan booting PC Anda adalah CDROM terlebih dahulu . Anda dapat
mengganti urutan booting lewat BIOS. Umumnya dengan menekan Ctrl-ALt -Del dan
menahan DEL pada keyboard, Anda sudah langsung masuk kemenu BIOS.
Masukkan CD Installer dan save lalu akan membooting sendiri dan langsung masuk ke menu pilihan Linux Backtrack seperti ini.
1. Pilihlah menu  "Backtrack Text - Default Boot Text Mode " (seperti gambar di atas) maka akan    keluar tampilan seperti ini.


2.  Di menu ini ketik startx di tampilan berikut untuk mendapatkan mode GUI. (Seperti gambar di atas) dan akan keluar lagi tampilan ke 3 seperti di bawah ini

3. Klik icon "Install BackTrack" pada desktop untuk membuka tampilan selanjutnya seperti gambar di atas

4. Di menu ini kita untuk menentuka bahasa yang kita pakai sewaktu kita menggunakan O.S kemudian klik "Forward" dan akan keluar tampilan berikut nya seperti di bawah ini


5. di menu ini kita akan menuntuka di mana lokasi kita berada, pilih lokasi tempat tinggal anda.



6. Di menu  pada gambar di atas, kita akan menentukan jenis keyboard yang kita pakai, pilih USA yang sering di gunakan, klik forward,kecuali anda ingin menggati keyboard layout.




7. Pada gambar di atas kita akan menentukan Hardisk mana yang kita akan kita pakai, untuk menggunakan seluruh hardisk pilih "Erase and use the entire disk".


8.  Di sinilah yang terpenting saat penginstalan "Pembagian Partisi" tapi jika kita ingin membuat partisi secara manual atau ingin membuat dualboot  pilih "Specify patitions manually (advanced)" maka akan keluar tampilan seperti di atas. Di sarankan Untuk Swap 2x dari RAM yang kita pakai misal nya PC kita menggunakan RAM 1Gb jadi untuk Swap 2Gb Klik "Forward" bila umtuk membuka tampilan berikutnya

.
9. Setelah mengisi data pribadi dan password klik forward maka akan keluar tampilan seperti idi atas,kemudian klik Install.

10. Tunggu sampai instalasi selesai.

11. Tampilan di atas adalah tampilan sesudah proses instalasi, Selamat anda menggunakan Linux Backtrack


Penjelasan tentang Cent OS


 Sebagai pengguna Linux yang masih baru, tentunya saya ingin mencoba berbagai distro yang ada pada Linux. Entah itu keturunan dari Redhat, atau dari Ubuntu. Tapi, karena rasa penasaran saya yang besar untuk menjajal distro Linux yang lain, maka saya mencoba menggunakan CentOS. CentOS adalah distro Linux keturunan dari RedHat. Saya mendapatkan file CentOS dari buku Info Linux. CentOS yang saya dapatkan adalah CentOS yang terbaru, yaitu versi 5.4. Dasar pemula, saat pertama kali menginstal CentOS 5.4 membuat Linux Mint 8 Helena raib dari susunan Grub (idiot) . (doh) Bagaimana cara mengembalikannya? Karena live CD Linux Mint 8 helena sedang dipinjam teman, maka saya menginstal ulang Linux Mint tersebut dengan Linux Mint 7 Gloria. Untung saja yang jadi korban adalah komputer saya. Sehingga Notebook andalan saya masih selamat dan masih bisa untuk mengoprek Ubuntu dan juga Linux Mint yang ada di notebook saya.
Saat pertama kali menjajal CentOS, saya merasa tampilannya tidak berbeda dengan Ubuntu. Hanya warna dan tema yang berbeda. Sayangnya, saat membuat screenshot, komputer saya tiba-tiba ngadat. Sehingga saya tidak bisa meneruskan rasa penasaran saya menggunakan CentOS. Hingga saya membuat tulisan ini, saya masih belum sempat untuk menjajal CentOS 5.4 lagi. Karena, saya khawatir kalau komputer saya akan ngambek lagi. Tapi, demi menuntaskan rasa penasaran saya terhadap CentOS 5.4, mungkin besok saya akan mencobanya kembali. Bagi para master Linux yang sudah mencoba CentOS, saya harap bisa membantu saya untuk mempelajari CentOS 5.4, terutama pada masalah perintah pada terminal. Untuk sementara, sekian dulu cerita tentang pengalaman meggunakan CentOS pertama kali. Mungkin jika nanti saya sudah menemukan celah dari distro Linux ini, saya akan share di sini.

Setelah mengerti apa itu linux, maka dipertemuan ini kita akan mempelajari salah satu linux, yaitu linux centos. CentOS sendiri adalah singkatan dari Community ENTerprise Operating System, dikembangkan sebuah komunitas kontributor dan pengguna sistem operasi Linux. Pengguna tipikal Centos adalah organisasi dan individu yang tidak terlalu membutuhkan Layanan khusus (’strong commercial support) untuk menjalankan sistemnya dengan sukses.
CentOS merupakan 100% kompatibel dengan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) karena merupakan kembaran dari Distro tsb, dan ‘full compliance’ dengan persyaratan redistribusi Red Hat.
CentOS ditargetkan untuk siapa saja yang membutuhkan stabilitas ‘enterprise class operating system stability’ tanpa biaya lisensi dan subscription (layanan dukungan) bila tidak dibutuhkan sertifikasi maupun dukungan dari Red Hat.
Pengguna dan komunitas CentOS diklaim aktif dan tumbuh pesat, sementara pengembangnya menanggapi dengan rebuild yang cepat, menyediakan rata packages, dan extensif mirror network. Pengembang yang responsif dengan multiple free support avenues termasuk IRC Chat, Mailing Lists, Forums, dan FAQ.


Pertama-tama Tekan CTRL-ALT-F2 untuk masuk ke Root Console dan log in sebagai root (memakai user dan password yang anda pilih ketika pertama kali menjalankan installer).
maka disana akan muncul 
[root|@localhost|~]# 
dimana :
root merupakan user yang aktif.@localhost merupakan hostname.
~ merupakan direktori yang aktif.

Sekarang, kita akan mencoba membuat user baru.
perintah yang digunakan adalah 
adduser XXXXX(contoh nama user yang digunakan)
passwd 123456(contoh password yang disunakan)
dan jadilah user baru yaitu xxxxx dengan password 123456.

Untuk masuk ke user yang bersangkutan gunakan perintah.
su xxxxx

Demikian penjelasan singkat saya mengenai pembuatan user pada linux. Dan untuk perintah-perintah yang lainnya serta penjelasannya saya jelaskan dibawah ini.
adduser xxx----> Untuk membuat user baru dengan nama user adalah xxx.
passwd xxx-----> Untuk membuat password dengan password xxx.
mkdir linux----> Untuk membuat direktori dengan nama direktori linux.
mkdir linux x2----> Untuk membuat direktori dengan nama direktori linux dan x2 sekaligus.
cd ----------> Untuk kembali ke direktori awal.
ls ----------> Untuk melihat isi direktori.
cd xxx-------> Untuk melihat isi direktori xxx.
cd ..--------> Untuk kembali ke direktori sebelumnya.
pwd ---------> Untuk melihat direktori yang aktif dari user.
su -l -------> Untuk kembali ke root.
reboot ------> Untuk merestart komputer.
power off ---> Untuk menonaktifkan komputer.

Tip Belajar LINUX bagi Pemula

  Di postingan kali ini, saya ingin berbagi Tip Belajar Linux Bagi Pemula.Tip ini mariberbagi24 tulis berdasarkan pengalaman salah satu teman mariberbagi24 yang hampir 5 tahun be belajar tentang Linux.Dari pengalaman beliau tersebut, mariberbagi24 mencoba menuangkan ke dalam bentuk tulisan dengan tujuan untuk belajar tentang OS Linux ini.Langsung saja ya teman-teman:
Hal pertama yang harus di lakukan adalah menginstall Linux ke Hardisk.Kenapa..?Karena apabila teman-teman menggunakan Live CD biasa nya akan lemot.
Cukup gunakan Linux di mesin;Budayakan single boot hanya untuk Linux.Kenapa?Dengan hanya ada Linux di PC/Laptop teman-teman tidak akan lari dari masalah dan harus di hadapi masalah itu untuk menyelesai kan nya.
Trial dan Error itu baik;Ini adalah bagian penting dalam belajar Linux.Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan juga jangan takut untuk gagal.Jangan menyerah teruslah belajar.Karena dari Trial dan Error itulah teman-teman bisa semakin pintar.
Aktif dalam komunitas;Tidak ada orang yang bisa belajar Linux sendiri.Kalau ada yang ngomong dia belajar Linux secara otodidak it's Totally Nonsense.Kalau teman-teman mengalami kesulitan untuk belajar Linux,jangan sungkan untuk bertanya dengan komunitas nya.
Gunakan lah distribusi yang susah;Tip yang satu ini memang cukup radikal karena di mana-mana orang pasti menyuruh " gunakan Ubuntu,Mint,Mandriva atau apa saja yang mudah.Memulai distro yang mudah tidak akan berdampak banyak pada ilmu Linux teman-teman.Yang ada teman-teman terlena dan lupa untuk belajar.Cobalah distribusi yang memiliki tingkat kesulitan menengah ke atas,seperti Debian,CentOS,RedHat,Slackware.Sampai yang sulit seperti Gentoo,Arch Linux dan Free BSD ( Unix ).Memang sulit,ibarat kata orang masih belajar penambahan,teman-teman sudah bermain dengan perkalian.

     Bagaimana teman-teman..? Saya berharap postingan ini bisa bermanfaat.Satu hal yang perlu di ingat " Jangan pernah menyerah untuk belajar " mari berbagi...

Administrasi Dasar Linux


Yang dimaksud dengan administrasi  dalam sebuah sistem operasi 
adalah diantaranya: 

-  Manajemen File dan Direktori 
-  Manajemen user 
-  Konfigurasi File sistem dan Partisi Hardisk 
-  Konfigurasi Periferal (Printer, Mouse, CDROM, dll) 
-  Konfigurasi sistem Linux (network,  start-up, profile, dll) 
-  Konfigurasi Server (mail, web, ftp server, dll) 
-  Instalasi dan konfigurasi aplikasi tambahan 
-  Perawatan dan Pemantauan Sistem dari resiko keamanan. 

Dalam bab ini anda hanya akan mempelajari hal-hal dasar dari 
administrasi sistem Linux, yaitu manajemen user, file dan direktori serta 
konfigurasi sistem. Hal-hal lainnya akan dipelajari secara mendetail 
pada bab-bab yang akan datang. 

Yang dapat melakukan administrasi hanyalah orang yang memiliki login 
sebagai administrator. Seorang administrator mempunyai hak yang 
tidak terbatas untuk mengendalikan sebuah mesin Linux.  Dengan login 
administrator, anda dapat melakukan apa saja, termasuk menjalankan 
perintah-perintah yang dapat merusak sistem! Dengan demikian 
seorang administrator haruslah betul-betul paham tentang apa yang 
sedang dilakukannya ketika bekerja dengan login administrator.  

Selain itu, karena sifat ke-tidak terbatasannya, login administrator tidak 
boleh jatuh ke sembarang orang. Masalah potensi kerusakan dan 
resiko masalah keamanan disebabkan oleh penggunaan login 
administrator akan dijelaskan lebih rinci pada bab terakhir. 

KONSEP USER
User adalah orang yang berhak menggunakan suatu mesin Linux.
Dengan demikian Hanya orang yang memiliki username dan password
yang sah yang bisa disebut user. Pada bahasan selanjutnya, yang
dimaksud user adalah seseorang yang memiliki login dan password.

Berdasarkan hak-hak yang dimilikinya, user dalam linux dibagi atas dua
kategori: Materi 7 : Administrasi Dasar Linux  4 - 2

-  user biasa atau regular user
-  user root atau administrator.

Seorang user biasa hanya memiliki hak-hak penuh terhadap home
direktori dan file-file miliknya sendiri. Seorang user biasa tidak memiliki
hak penuh terhadap file dan direktori milik user lain, dan hanya boleh
menjalankan perintah-perintah tertentu.

User root adalah user istimewa, yaitu administrator yang memiliki hak
tidak terbatas. Root bisa melakukan  hal-hal yang tidak bisa dilakukan
oleh user biasa, seperti: mematikan sistem, menambah user,
menghapus user,  mengubah konfigurasi  sistem dan lain-lain. Disebut
dengan user root karena secara default, user ini bernama “root”.  User
dengan nama selain root bisa saja menjadi administrator jika user-id
(atau  UID) diset sama dengan nol.

UID adalah ID atau nomor identitas  dari seorang user. UID bersifat
unik, artinya tidak boleh ada dua user atau lebih yang memiliki UID
sama. Jika terdapat dua user yang memiliki UID yang sama, maka
kedua user ini akan memiliki hak-hak yang identik (satu sama lain
saling memiliki hak penuh terhadap file-file milik yang lain).

Selain UID dikenal juga GID  atau Group ID. Setiap user akan
dikelompokkan berdasarkan group-group tertentu. User-user anggota
grup yang sama akan memiliki GID yang sama.

Berdasarkan tujuan pembuatannya, user dapat di bagi berdasarkan dua
kategori yaitu:

-  real user
-  unreal user

Real user adalah user yang sengaja dibuat oleh administrator agar
seseorang bisa login dengan username tersebut.

Sementara unreal user adalah user-user yang dibuat karena
dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi tertentu. User unreal juga adalah user-
user “built-in” yang sudah dibuatkan oleh Linux saat instalasi seperti
user: games, operator, mail, lpr, nobody, dll.

Perbedaan antara user real dan unreal:


  • real user memiliki home direktori, user unreal tidak punya. 
  • real user punya password, user unreal tidak punya (walau tidak punya password, tetap tidak bisa login tanpa password) 
  • real user biasanya memiliki UID diatas 500, unreal user memiliki UID dibawah 500. 



Sebagai pengecualian, user root adalah termasuk user unreal, tapi
punya password dan punya home direktori.

Informasi semua user disimpan didalam sebuah file bernama
/etc/passwd. Masing-masing user  diwakili oleh  sebuah baris, dan
setiap baris terdiri atas 7 kolom  yang dipisahkan oleh karakter “:”
Dibawah ini adalah contoh beberapa baris dari sebuah file /etc/passwd:

root:x:0:0:root:/root:/bin/bash
bin:x:1:1:bin:/bin:/sbin/nologin
daemon:x:2:2:daemon:/sbin:/sbin/nologin
lp:x:4:7:lp:/var/spool/lpd:/sbin/nologin
postgres:x:26:26:PostgreSQL
Server:/var/lib/pgsql:/bin/bash
apache:x:48:48:Apache:/var/www:/bin/false
squid:x:23:23::/var/spool/squid:/dev/null
ech:x:500:500:ech:/home/ech:/bin/bash 
Tujuh kolom tersebut  masing-masing memiliki arti sebagai berik

Kolom  1: username
Kolom  2: password yang di-shadow
Kolom  3: UID atau User ID
Kolom  4: GID atau Group ID
Kolom  5: Keterangan tentang user tersebut
Kolom  6: Lokasi Home direktori
Kolom  7: Shell default user




Menambahkan Routing Tambahan di CentOS

Mengapa diperlukan routing tambahan ? karena Gateway/Router yang ada tidak menyediakan routing ke network yang dituju.

Berikut adalah cara untuk menambahkan routing tambahan pada CentOS

1. Menjalankan perintah ‘route’

Bentuk dasarnya adalah :

# route add -net ‘IP Network’ netmask ‘IP Netmask’ gw ‘IP Gateway/Router’

Contoh :

# route add -net 10.10.0.0 netmask 255.255.0.0 gw 197.202.23.119

Perintah di atas tidak bersifat permanen.
Untuk menjadi permanen dapat diletakkan pada /etc/rc.local, namun ketika service network direstart maka routing tersebut tetap harus diset ulang.

2. Mengedit konfigurasi untuk routing tambahan pada network-scripts

Buat file route-’namainterface’ pada folder /etc/sysconfig/network-scripts. Bentuk dasarnya adalah sebagai berikut (X adalah nilai routing tambahan yang dimulai dari angka 0) :

GATEWAY(X)=IP Gateway/Router
NETMASK(X)=IP Netmask
ADDRESS(X)=IP Network yang dituju

Contoh :


# vim /etc/sysconfig/network-scripts/route-eth3


GATEWAY0=192.168.0.100
NETMASK0=255.255.255.0
ADDRESS0=192.168.1.0


GATEWAY1=192.168.0.101
NETMASK1=255.255.255.0
ADDRESS1=192.168.2.0

Perintah di atas bersifat permanen.
Nama file route-eth3 disesuaikan dengan interface mana yang akan digunakan, pada contoh di atas menggunakan eth3 untuk routing tambahan tersebut.

Sejarah Linux

Linux saat ini menjadi acuan dalam penggunaanya sebagai sistem operasi untuk server. Berdasarkan hasil riset dari Gartner Group, beberapa vendor server seperti HP, IBM, Dell, dan Sun, dilaporkan bahwa telah menggunakan secara luas bahwa penjualan server komersial yang berbasis linux mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan yaitu sekitar 63%. Hasil riset ini kembali mendukung dengan dukungan Novell kepada penggunaan Suse Linux pada mesin server yang dipasarkan.


Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.

Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.
Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Berawal dari sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.


Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987. Minix pada saat itu merupakan suatu proyek pelajaran di kelasnya waktu itu yang menyerupai sistem UNIX.

Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.
Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :
  1. Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas
  2. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
  3. Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.
  4. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan
  5. Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.
Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.

LINUX DAN PINGUIN TUX
Tak seperti produk komersial yang lain, Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat hebat, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya dengan harapan user menjadi demam menggunakan sistem operasi yang beliau ciptakan ini.

TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).
Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu hasil kerjasama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia.